Selasa, 05 September 2017

Mimpi Orang Saleh


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mimpi orang-orang saleh kerap menyimpan makna mendalam. Nabi Yusuf, misalkan, sewaktu kecil pernah bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan rembulan sujud kepadanya. Dia pun menceritakan mimpi itu kepada ayahnya. Mendengar cerita itu, Yakub mengerti akan ada permasalahan yang dialami Yusuf.

Yakub cemas jika Yusuf mendapat celaka bila mimpi itu diketahui oleh saudara-saudaranya. Yakub kemudian menasihati Yusuf, "Hai anakku, janganlah kamu menceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, nanti mereka akan memperdayakan kamu dengan segala tipu daya. Karena, sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia." (QS Yusuf: 5).

Alquran juga mengabadikan kisah raja Mesir kuno bermimpi. Dia melihat tujuh ekor sapi betina gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina kurus. Kemudian, tujuh tangkai gandum hijau dimakan tujuh gandum lainnya yang kering.

Setelah bangun dari tidur, Raja yang kerap disebut Fir'aun itu memanggil ilmuwan dan dukun istana. Dia meminta mereka menafsirkan, apa makna mimpi tersebut. Namun, tidak seorang pun dari mereka mengetahui apa maknanya. Itu mimpi-mimpi yang kosong. Kami tidak mengerti maksudnya, ujar mereka.

Kemudian, salah seorang pelayan raja mengingat Nabi Yusuf yang pandai menafsirkan mimpi. Orang itu pernah dipenjara bersama Yusuf karena dianggap pengkhianat. Raja kemudian memerintahkan pelayan tersebut untuk menemui putra bungsu Ya'qub di penjara. Kepada sang pelayan, Yusuf menerangkan, mimpi tersebut adalah imbauan agar pemerintah bertani selama tujuh tahun bertururturut. Hasil panennya harus disimpan.

Makanlah sedikit dari hasil cocok tanam itu. Sisanya disimpan untuk persediaan pangan. Kemudian, akan datang tujuh tahun masa yang sangat sulit. Persediaan pangan hasil pertanian tadi akan banyak terkuras. Setelah itu, datanglah tahun yang banyak hujan sehingga negeri akan kembali hijau dan subur. Kisah ini tertulis dalam Alquran surah Yusuf (12).

Nabi yang terkenal karena ketampanannya itu langsung dipanggil. Raja ingin mendengarkan langsung tafsir mimpinya. Setelah itu, Yusuf dibebaskan dari segala tuduhan. Bahkan, dia diangkat sebagai pejabat yang mengurusi pangan untuk mengantisipasi bencana kekeringan. Mesir, ketika itu, menjadi negeri yang makmur.
Sumber : http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/09/05/ovrtid313-mimpi-orang-saleh

0 komentar:

Posting Komentar