Rabu, 05 April 2017

Budaya Sadar Bencana Masyarakat Perlu Ditingkatkan


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Longsor yang terjadi pada Sabtu (1/4) lalu di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo mengingatkan kepada masyarakat betapa perlunya kesadaran terhadap bencana. Kesadaran masyarakat terhadap bencana diharapkan dapat ditingkatkan menyusul bencana yang datang tak pernah direncanakan. 

“Pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap bencana sudah meningkat sejak tsunami Aceh, tapi belum jadi sikap, belum jadi perilaku, oleh karena itu budaya sadar perlu ditingkatkan,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB Jakarta Pusat, Selasa (4/4).

Untuk mengurangi dampak yang terjadi akibat bencana longsor, BNPB merekomendasikan beberapa hal diantaranya implementasi penataan ruang dan pemanfaatan ruang merupakan kunci untuk mengurangi resiko bencana longsor. 

“Kalau kita pasang alat peringatan dini, nyatanya kita terbatas anggaran, kemudian pengelolaannya. Kuncinya adalah bagaimana penataan dan pemanfaatan ruang,” kata Sutopo.

Selain itu konservasi berbasis bio-engineering perlu didorong, mengingat kondisi geografis di Indonesia memiliki banyak perbukitan dan lembah, maka lahan-lahan tersebut perlu ditanami tumbuhan yang memiliki akar yang panjang.

“Kami mencoba mengklasifikasi tanaman lokal, selain memberikan manfaatan secara ekonomi, juga memberi manfaat kepada lingkungan untuk mengikat tanah. Ada beberapa jenis seperti Puspa, Rasamala, Huru, Surian, Bambu Manggong, dan Kayu Baros,” tuturnya.

Terakhir Sutopo mengingatkan perlu ditingkatkan lagi jumlah alat peringatan dini longsor, karena sejauh ini hanya beberapa daerah saja yang dipasang alat tersebut. Tidak semua wilayah dipasang karena keterbatasan dana. Selain itu sosialisasi, dan penegakan hukum juga perlu ditingkatkan. 
Sumber :
http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/04/05/onwvfh365-budaya-sadar-bencana-masyarakat-perlu-ditingkatkan

0 komentar:

Posting Komentar