Sabtu, 04 Maret 2017

4 MENINGGAL DUNIA, PENANGANAN DARURAT BANJIR DAN LONGSOR TERUS DILAKUKAN DI KABUPATEN 50 KOTA Prov Sumatera barat

4 MENINGGAL DUNIA, PENANGANAN DARURAT BANJIR DAN LONGSOR TERUS DILAKUKAN DI KABUPATEN 50 KOTA Prov Sumatera barat

Penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Kab. 50 Kota, Sumbar, pada Jum’at, 03 Maret 2017 Pkl. 19 WIB masih terus dilakukan.

Kronologis :
Hujan deras sejak  Kamis, 2 Maret 2017, sampai saat ini  hujan msh berlangsung.

Dampak :
- Terdapat 12 titik banjir genangan di 7 Kecamatan   dengan titik tertinggi dan terparah 1,5 meter di Kec. Pangkalan akibat meluapnya sungai Maek.
- Jalan negara yg menghubungkan Sumbar - Riau terputus karena ada 9 titik lokasi kongsor di wilayah Kec. Pangkalan, termasuk akses menuju kota Kec. Pangkalan yg terkena banjir juga terputus seluruhnya Di Kab Limapuluhkota terdapat 13 titik longsor.

Korban :
- 8 mobil tertimpa longsor di Km 17 Koto Alam, Kec Pangkalan (Jalan yg menghubungkan Sumbar - Riau) yang mengakibatkan sampai saat ini sementara diketahui 4 orang meninggal dunia.

Upaya :
- Tim gabungan BPBD Limapuluhkota bersama Polisi (Brimob), TNI, Basarnas, PLN, Dinas Sosial, Dinkes, Relawan berupaya membersihkan material longsor untuk menuju Kec. Pangkalan yang terdampak banjir.
- Pencarian dan evakuasi korban 8 mobil yang tertimpa longsor di KM 17 Koto Alam Kec. Pangkalan.
- BPBD limapuluhkota juga telah menghubungi BPBD Kab. Kampar Riau untuk membantu penanganan banjir di Kec. Pangkalan dengan berusaha masuk melalui Riau tapi tidak dapat tembus juga karena terhalang longsor.
- Logistik dan bantuan perahu karet untuk evakuasi belum bisa masuk ke wilayah Kec. Pangkalan karena terhalang 3 titik longsor besar lagi yg harus dibersihkan.
- BPBD Prov Sumbar telah mengirim 1 unit perahu dan masih tertahan longsor bersama tim gabungan.

Kondisi terkini :
- PLN mematikan listrik di beberapa wilayah terdampak banjir sehingga sulit berkomunikasi.
- Beberapa daerah mengalami blank spot sinyal.
- Pendataan warga terdampak banjir terutama di Kec Pangkalan belum dapat dilakukan dengan maksimal karena belum dapat tembus ke lokasi sehingga data jumlah KK/jiwa terdampak belum dapat terlaporkan.

Info lanjut hubungi Kalaksa BPBD Kab Limapuluhkota (Nasriyanto +62 813 74355411).

#Banjir melanda Sumatera.
*Foto udara ini di lokasi 10 km dari daerah Pangkalan.

Curah hujan yang tinggi beberapa hari ini mengakibatkan banjir dan longsor di Sumatera Barat semakin meluas. Salah satu wilayah yang terdampak banjir paling parah adalah Nagari Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Lima Puluh Kota.

Daerah Sumbar yang dilanda banjir dan longsor adalah Solok, Agam, Solok Selatan, dan Lima Puluh Kota. Banjir dan longsor di Solok Selatan terjadi di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Sungai Pagu, Kecamatan Pauh Duo, dan Kecamatan Sangir. Banjir dan longsor ini menyebabkan jalan Muaralabuh-Padang Aro Kerinci putus total. Di Kabupaten di Lima Puluh Kota, banjir merendam 100 rumah.

Sampai saat ini di lokasi masih turun hujan. Jalan Payakumbuh - Pekanbaru terputus dikarenakan tiang listrik tumbang di Lubuak Bangku dan menghambat jalan, Dua longsor tebing menjelang pangkalan, dan Banjir di Pangkalan.
Kondisi Pangkalan & Muaro Paiti lumpuh total dan terisolasi, karena akses jalan dari Payakumbuh longsor dan akses terputus di kelok 17 (nagari koto alam). Daerah Pangkalan (Sopang) Diperkirakan tidak kurang 5 Dusun terisolir akibat banjir. Pendataan Pengungsi belum dilakukan karena lokasi belum bisa dijangkau.

*Bantuan yang dibutuhkan :*
- Evakuasi
- Makanan siap saji
- Pakaian & Selimut,
- Air bersih,
- Logistik & Dapur umum,
- Layanan Kesehatan & Obat2an.

0 komentar:

Posting Komentar