Rabu, 15 Februari 2017

Bencana Kekeringan dan Kaum yang Ingkar


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Dalam Ensiklopedia Islam, disebutkan bahwa Nabi Ilyas berusaha menghindari kejaran kaumnya. Ia bersembunyi dari satu tempat ke tempat lain. Karena perbuatan buruk kaumnya itu, Allah menimpakan azab kepada mereka berupa kekeringan, yaitu tidak diturunkannya hujan selama kurang lebih tiga tahun. Hewan ternak banyak yang mati dan sawah ladang kering sehingga mereka kesulitan mendapatkan makanan.

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan, Ilyas terpaksa selalu berpindah tempat. Terkadang, ia tinggal di rumah seorang kaumnya yang memercayai Ilyas. Terkadang, ia tinggal di gua. Namun, Ilyas tak pernah berhenti berdakwah dan menyampaikan kebenaran. Menurut sejumlah literatur, setiap rumah yang disinggahi Nabi Ilyas akan tercium bau makanan.

Ketika kondisi sudah demikian parah, makanan sudah sulit didapat, ternak banyak yang mati, dan lahan-lahan menjadi tandus, mereka pun berusaha mencari Nabi Ilyas. Ketika berjumpa, mereka memohon kepada Ilyas agar bisa membantu persoalan yang dihadapi kaumnya.

Nabi Ilyas memerintahkan kaumnya agar meninggalkan sesembahan berhala Baal dan beriman kepada Allah. Dalam doanya, Nabi Ilyas memohon kepada Allah agar mengabulkan permohonannya. Atas izin Allah, turunlah hujan yang mampu menghidupkan kembali lahan-lahan yang tandus menjadi subur, tanaman kembali digiatkan, dan ternak kembali digembalakan.

Namun, keimanan kaumnya ini tak lama berselang. Mereka kemudian kembali menyembah Baal dan berhala lainnya. Maka, Allah pun akhirnya mengazab mereka dengan azab kekeringan yang panjang.

Masih hidup

Menurut sejumlah keterangan, hingga saat ini Nabi Ilyas AS masih hidup. Namun, sebagian lagi menyatakan, ia sudah meninggal dunia. Sami bin Abdullah menyebutkan, pada saat dikejar-kejar untuk dibunuh setelah peristiwa kekeringan itu, Allah mengangkatnya ke langit. Hal ini juga diamini oleh sejumlah pihak. Bahkan, banyak yang mengklaim, hingga saat ini ada empat nabi yang masih hidup. Mereka adalah Idris, Khidir, Ilyas, dan Isa AS.

Sementara itu, menurut yang lainnya, seperti Ahmad Bahjat dalam Sejarah Nabi-nabi Allah atau Afif Abdul Fatah dalam Nabi-nabi dalam Alquran menyebutkan, Ilyas sudah meninggal dunia. Wallahualam.

Sumber : http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/17/02/15/oley7i313-bencana-kekeringan-dan-kaum-yang-ingkar

0 komentar:

Posting Komentar