Rabu, 22 Februari 2017

Australia Setujui Penjualan Ganja untuk Medis

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Pemerintah Federal Australia menyetujui penjualan ganja untuk tujuan pengobatan, setelah izin pertama untuk membudidayakan ganja dikeluarkan pekan lalu.

Obat dari daun ganja dapat digunakan mengobati pasien penyakit kronis, termasuk kanker, epilepsi kronis, dan penyakit terkait saraf. Obat ini akan tersedia di bawah skema baru pemerintah Australia yang akan dikeluarkan dalam delapan minggu ke depan.

Saat ini, obat yang mengandung ganja bisa didapatkan dari luar Australia namun berdasarkan kasus per kasus. Penundaan terjadi dalam sistem ini.

Pada Rabu (22/2), Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt akan mengumumkan ganja sebagai obat dapat dijual di Australia, jika pasien mengunjungi dan meminta kepada dokternya. Kepada ABC, Menteri Hunt mengatakan perubahan ini akan memastikan adanya persediaan cukup untuk semua permintaan yang berkaitan medis.

"Hal ini tak akan terjadi segera, tapi yang kita lakukan adalah meminta mereka yang dapat memasok sementara di Australia melalui impor," katanya.

"Tahun lalu, ada hukum yang diberlakukan untuk penyediaan ganja sebagai pengobatan. Tapi sekarang saya ingin... menangani pasokan," katanya.

Tahun lalu, pemerintah Australia mengesahkan penggunaan ganja untuk pengobatan. Pemerintah mengatur budidaya ganja, dan negara bagian Victoria telah melakukan panen perdana tanaman ganja untuk digunakan sebagai pengobatan bagi mereka yang menderita epilepsi.

Menteri Hunt memuji upaya Victoria membudidayakan ganja, dengan menyebut adanya kebutuhan untuk "pengobatan yang diperoleh secara tepat, aman, dan berkualitas tinggi."

Dia mengatakan ada juga program budidaya dilakukan pihak swasta yang sedang dikembangkan, untuk pasokan jangka panjang. Lisensi untuk budidaya secara swasta ini telah dikeluarkan pekan kemarin.

Tapi Asosiasi Media Australia (AMA) telah mendesak perlunya kehati-hatian soal penjualan ganja sebagai pengobatan. Tony Bartone, wakil presiden AMA, mengatakan para dokter masih menunggu hasil uji klinisnya.

"Mayoritas masih menunggu pengujian yang terpercaya, serta bukti klinis," kata Dr Bartone.

Daniel, putra dari Lucy Haslam dapat meredakan efek samping kemoterapi setelah menggunakan daun ganja.

Foto: Koleksi Paul Mathews

Diterbitkan oleh Erwin Renaldi pada 22/02/2017 pukul 10:30 AEST dari artikel aslinya dalam bahasa Inggris.

Sumber :http://m.republika.co.id/berita/internasional/abc-australia-network/17/02/22/olrm2f366-australia-setujui-penjualan-ganja-untuk-medis

0 komentar:

Posting Komentar