BarBeKu

Program ini bertujuan untuk memfasilitasi donatur untuk menyalurkan barang bekasnya yang masih berkualitas dan mempunyai nilai jual. Barang bekas yang bisa didonasikan seperti TV, Kulkas, AC, Kamera,Kipas Angin, Laptop, dll.

Orang Tua Asuh

Program ini adalah program beasiswa pendidikan yang ditujukan untuk anak-anak da’i, dhua’fa, dan anak yatim dalam rangka bebas buta aksara dan mencerdaskan ummat. Program ini meliputi beasiswa bulanan yang diberikan pada siswa SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi.

Khitanan Masal

Khitanan masal merupakan program yang diperuntukkan pada anak-anak da’i, dhuafa, dan anak yatim. Manfaat program ini adalah memberikan pelayanan khitanan gratis bagi ummat. Program ini biasa diselenggarakan pada saat liburan sekolah.

Wakaf 1000 Alqur'an

Penggalangan 1000 Alqur'an Untuk Ummat Muslim Papua

Tebar Hewan Qurban

Program berbagi daging qurban kepada masyarakat dhuafa di sekitar matraman dan daerah pelosok di indonesia

Ambulance Peduli

Ambulance peduli mitra ummat memulai kiprahnya di tahun 2012, dan sudah ratusan warga yang terbantu dengan adanya program ini. Pelayanan ambulance peduli mitra ummat di khususkan untuk melayani warga Jakarta yang kurang mampu. Selain mengantar jenazah di dalam kota, ambulance peduli mitra ummat juga membantu masyarakat yang ingin membawa jenazah keluar Jakarta.

Jumat, 26 Mei 2017

Energi Alquran


REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : TGH Muhammad Zainul Majdi *)

Alquran seperti mata air yang tidak pernah kering. Bila dipahami, Alquran berisi banyak cerita tentang perjalanan manusia. Alquran seperti bicara dengan porsi yang tidak kurang dan tidak lebih, memberi nasihat dan petunjuk.

Alhamdulillah berkat kejadian demi kejadian, sekarang sudah banyaknya mau tahu Al Quran surat Al-Maidah ayat 51. Tapi sebelum ayat 51, ada 50 ayat mendahului surat ke lima dalam Alquran ini. Maka, ayat 1-50 di surat Al-Maidah juga perlu diperhatikan karena isinya juga berkaitan dengan aturan tatanan hidup.

Di ayat pertama, surat ini menyeru orang beriman untuk memenuhi komitmennya. Tidak ada ayat kecuali ayat itu berkaitan dengan ayat atau surat sebelum dan sesudahnya.

Al Maidah ayat 51 tentang kepemimpinan itu merupakan hilir bagaimana umat Islam belajar membangun komitmen bersama dan memenuhi komitmen itu. Demikianlah Alquran, alurnya sepeti air mengalir dari hulu sampai hilir.

Peristiwa yang terjadi harus membuat kita mencintai Alquran. Ini momentum bagi generasi muda memaknai Alquran. Tidak ada bahan tertulis yang lebih valid dari Alquran sekarang hingga nanti.

Mukjizat Isa putus saat dia diangkat. Alquran tidak putus selamanya, tersambung manfaat berkahnya. Maka, ajaklah Alquran itu berbicara. Semangat besar energi yang menunggu kita dalam Alquran.

Tapi, kalau energi yang besar hanya berputar saja tak ada taujih atau tidak diarahkan, tidak berfaedah juga. Maka energi Alquran harus diarahkan misalnya pada pembangunan ekonomi umat.

Melipatgandakan energi pun ada wasilahnya. Pendidikan bisa jadi wasilah untuk membangun umat. Semakin banyak anak muda Islam yang memiliki pemahaman kitab suci dengan baik nantinya, akan makin kuat dasar pembangunan umat.

Jangan pernah pernah cukup merasa sudah memahami dan menggali makna Alquran. Maka kita perlu mengelola waktu. Saya harapkan bisa berbalik kepada kita dengan pertanyaan bagaimana kita berinteraksi dengan alquran.

Orientalis dari Hungaria yang pernah belajar di Universitas Al Azhar Kairo, Ignaz Goldziher, mengaku hafal Alquran, memahami sejarah Alquran, dan dengan kemampuan Bahasa Arab juga luar biasa tidak membuatnya mampu sampai pada hidayah Alquran.

Perlu sekali kita semua yang belajar Alquran. Tidak mengapa bila itu pun sedikit demi sedikit. Jangan lepas dari Alquran dengan juga terus meningkatkan keikhlasan ibadah kepada Allah.

*) Gubernur NTB

Sumber : http://m.republika.co.id/berita/ramadhan/mutiara-ramadhan/17/05/26/oqj6nr396-energi-alquran

Puasa Sarana Menjaga Hati, Lisan, dan Akal

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Faruq Hamdi *) 

Terdapat tiga komponen penting pada diri manusia, yakni hati, akal, dan lisan. Tiga komponen ini akan baik jika dirawat dengan baik. Sebaliknya, ketika tidak dirawat, tentu akan menimbulkan malapetaka dan bencana, baik bagi diri maupun orang lain. Karena itu, setiap manusia penting untuk menjaga ketiganya dari penyakit berbahaya.

Penyakit hati adalah menganggap rendah orang lain (takabbur), merasa dirinya adalah yang terbaik ('ujub), riya, pelit (bakhil) hasud, dan lain sebagainya. Penyakit lisan adalah berdusta, berkata kotor, menipu, mengejek, menghina, menggunjing, bersilat lidah, bertengkar, berdebat secara berlebihan, dan lain sebagainya.

Sedangkan penyakit kecerdasan akal adalah percaya diri berlebihan sehingga suka meremehkan, kesombongan intelektual yang menghilangkan akhlaq al-karimah, merasa superior dan berkualitas padahal lemah dan tidak mempunyai apa-apa, dan lain sebagainya.

Setelah bertaubat, obat ampuh untuk mengatasi penyakit hati, lisan, dan akal adalah puasa dan Alquran. Untuk itu, datangnya bulan Ramadhan sudah semestinya menjadi momentum untuk mensucikan diri dari segala penyakit.

Orang beriman senantiasa merindukan datangnya Ramadhan. "Ya Allah sampaikan kami pada bulan Ramadhan," demikian doa yang dipanjatkan. Puasa merupakan ibadah intim seorang hamba kepada Sang Pencipta. Puasa juga merupakan ibadah tertua dalam peradaban manusia, yakni sejak Nabi Adam AS sampai Nabi Muhammad SAW.

Tujuan inti puasa adalah menggapai ketakwaan. Puasa menjadi sarana mensucikan hati dan jiwa agar taat kepada perintah-Nya, sekaligus mengobati dan menjadi terapi kesehatan manusia. Ramadhan merupakan bulan pendidikan rohani yang melatih keuletan, kejujuran, kesabaran serta menjadi pakem menahan gejolak nafsu yang mendorong hamba melakukan dosa dan kesalahan.

Imam Abdurrahman al-Shafury dalam kitab 'Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab al-Nafais' menjelaskan, kata Ramadhan terdiri dari 5 kata, yakni: ra (ridwanullah) berarti keridhaan Allah, mim (maghfirah) berarti ampunan-Nya, dhad (dhimanullah) berarti jaminan keamanan dari Allah SWT, alif (ulfah) berarti kelembutan, dan nun (nawalullah) berarti pemberian dari Allah SWT.

Terdapat banyak penjelasan dari Rasulullah Muhammad SAW terkait keutamaan bulan Ramadhan. Salah satunya yang meriwayatkan bahwa Rasululah mengisi Ramadhan dengan memperbanyak membaca Alquran, memahami dan merenungi kandungannya, serta mengamalkannya.

Man qaraa harfan min kitaabillah fa lahu bihi hasanatun, wal hasanatu biasyri amtsaalihaa. Laa aquulu alif lam mim harfun, wa lakin alifun harfun, laamun harfun, wa miimun harfun.

"Siapa saja yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mimitu satu huruf, tapi alif itu satu huruf, lam itu satu huruf, dan mim itu satu huruf."

Dalam riwayat lain, Rasulullah Muhammad Saw bersabda: Kullu amalibni Adam yudhaafu asyrul hasanati ila dhifi sabimiati amtsaalihaa. Qaala Allahu Azza wa Jalla: Illaa ash-Shauma, fa innahu liii wa Ana Ajzi bihi. Yadau syahwatahu wa thaamahu min ajlii. Lis-shaaimi farhataani, farhatun inda fithrihi wa farhatun inda fithrihi wa farhatun inda liqaai rabbihi. Wa lakhuluufu fiihi athyabu indallahi min riihil miski.

"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan manusia akan dilipat-gandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan ia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari pada bau minyak kasturi."

Terkait anjuran untuk merenungkan kandungan Alquran, Rasulullah SAW bersabda: rubba taalin lil quraani, wal quraanu yalanuhu."Banyak orang yang membaca Alquran, tapi Alquran justru melaknatnya."

Sambut Ramadhan, pesan hadits di atas seyogyanya direnungkan sebagai modal membangun karakter (character building) dan merevolusi mental. Ramadhan menjadi momentum mempraktikan nilai-nilai ideal dalam realitas kehidupan hingga tidak tercipta kesenjangan.

Memahami pentingnya kejujuran dengan tidak berbuat curang dan penipuan. Memahami keadilan penguasa dengan tidak korup dan mengeksploitasi alam. Mendakwahkan ayat-ayat Tuhan tanpa mencampurinya dengan syahwat politik kekuasaan.

Ketika seseorang menghendaki hati, lisan dan kecerdasan akalnya memiliki pancaran cahaya yang menyelamatkan, tentunya Alquran adalah pedoman dan pusaka yang paling ampuh. Sedangkan untuk merawat kesucian hati, lisan, dan kecerdasan akal, puasa adalah kunci utamanya.

Marhaban ya Ramadhan. Wallahu a'lam

*) Sekretaris Lembaga Bahstul Masail PWNU DKI Jakarta dan Staf Komisi Dakwah MUI Pusat

Sumber  :http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/17/05/26/oqj98i396-puasa-sarana-menjaga-hati-lisan-dan-akal

Rabu, 24 Mei 2017

311 Rumah di Langkat Terendam


REPUBLIKA.CO.ID, LANGKAT, SUMUT -- Sebanyak 311 rumah yang berada di empat desa Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terendam banjir setinggi 120 sentimeter selain itu juga tanggul jebol sepanjang 15 meter.

"Banjir yang merendam empat desa tersebut diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi selain itu tanggul juga jebol," kata Camat Sei Lepan Faisal Matondang di Sei Lepan, Selasa (23/5).

Faisal Matondang menjelaskan sejak beberapa hari ini curah hujan cukup tinggi di kawasan itu mengakibatkan sungai meluap dan tanggul yang jebol sepanjang 15 meter.

Adapun 311 rumah yang terendam banjir itu berada di Desa Harapan Baru sebanyak 98 rumah, Desa Lama Baru sebanyak 150 rumah, Desa Lama sebanyak 15 rumah dan Kelurahan Harapan Jaya sebanyak 48 rumah.

"Hingga sekarang ini warga masih ada yang bertahan di lokasi banjir namun ada juga yang mengungsi ke rumah saudaranya terutama mengamankan barang dan harta benda mereka, termasuk hewan ternak seperti lembu dan kambing," katanya.

Pihaknya hanya berharap hujan tidak kembali turun agar air yang kini menggenangi permukiman warga bisa secepatnya surut kembali dan warga bisa membersihkan rumah mereka.

Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencanaa Daerah (BPBD) Langkat Irwan Sahri menjelaskan banjir yang terjadi itu diakibatkan sungai Lepan meluap, sehingga banjir menggenangi pemrukiman warga yang ada di tiga desa serta satu kelurahan.

"Petugas BPBD sudah turun ke lapangan melakukan pendataan terhadap para korban banjir ini serta menelusuri keadaan pada lokasi banjir tersebut," katanya.

Pihaknya juga akan segera membangun tenda pengungsian buat para warga dan mendirikan dapur umum guna melayani mereka selama banjir merendam kawasan itu.
Sumber : http://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/05/23/oqepif284-311-rumah-di-langkat-terendam